Latar Belakang Pendirian

DASAR PEMIKIRAN YAYASAN JATIDIRI BANGSA

Yayasan Jatidiri Bangsa (YJDB) adalah kumpulan individu warga Negara Indonesia yang independen, bersifat lintas suku, agama, ras, etnik, budaya dan golongan, yang merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu betapapun kecilnya demi kebangkitan Indonesia menuju bangsa dan Negara yang maju, sejahtera, berdaulat dan bermartabat.

Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami “keprihatinan” yang berkelanjutan. Memang dalam masalah yang ada berpengaruh dari faktor eksternal, tetapi sebab utama terletak pada diri kita sendiri, “manusia Indonesia”. Kita menampilkan orang yang memiliki kepandaian, tetapi buta mata hatinya yang menyebabkan tidak bisa melihat kebenaran, sebagaimana ditunjukkan oleh penampilan cukup banyak orang-orang Indonesia.

Orang-orang Indonesia saat ini cenderung menampilkan hal-hal yang bersifat semu dan tidak tulus serta tidak sungguh-sungguh (dapat disamakan dengan menggunakan kedok / topeng), ini menunjukkan bahwa “Jati Diri” Bangsa Indonesia dapat dikatakan sedang redup, pudar, bahkan “hilang”. Inti permasalahan dari kesemuanya itu adalah tidak adanya KETELADANAN.

Peringatan Tuhan melalui bencana nasional yang dahsyat yang menimpa saudara-saudara kita, baik gempa bumi ,Badai Tsunami, Banjir dan lain sebagainya kiranya dapat menyadarkan diri kita sebagai bangsa untuk benar-benar melakukan introspeksi pada diri kita masing-masing.

Yayasan Jati Diri Bangsa ingin bersaham walaupun kecil tetapi nyata dalam upaya memberikan solusi untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan berbagai rangkaian kegiatan dilingkup mikro (individu), di lingkup makro dan kegiatan nyata seperti dengan mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan dan aksi Safari Keliling Nusantara dalam rangka sosialisasi program “Penyemaian Jati Diri Bangsa” (yang adalah Pancasila), agar bersama-sama seluruh potensi bangsa menggulirkan “bola salju” semangat memulihkan “jati diri” bangsa denganmembangun kembali karakter bangsa. Di dalam proses sosialisasi ini kami harapkan bisa menularkan “hasrat untuk berubah”, kita tumbuhkembangkan KETELADANAN dimulai dari diri kita sendiri.